Capital Economics menilai kebijakan ini dapat menekan harga dalam jangka panjang.
Namun, permintaan yang meningkat dari China—pasar minyak terbesar dunia—kemungkinan menahan jatuhnya harga. Perkiraan HSBC menempatkan Brent pada US$ 65 per barel mulai kuartal IV 2025, mencerminkan keseimbangan antara suplai kelebihan dan permintaan yang membaik.
Dengan kombinasi faktor geopolitik, kebijakan OPEC+, serta data ekonomi makro, harga minyak berpotensi bergerak volatil.
Investor disarankan memantau perkembangan negosiasi AS-China dan laporan persediaan minyak mingguan untuk mengantisipasi pergerakan harga selanjutnya.[dit]









