Krisis Energi Global Paksa Maskapai Berbiaya Murah Pangkas Jadwal Penerbangan

Maskapai Penerbangan/(ilustrasi/@pixabay)

FAKTANASIONAL.NET – Industri penerbangan global, khususnya sektor maskapai berbiaya murah (low-cost carrier), mulai mengambil langkah drastis dengan mengurangi frekuensi penerbangan.

Langkah ini diambil menyusul tekanan biaya operasional yang melonjak tajam akibat ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan laporan AFP pada Sabtu (2/5/2026), sektor penerbangan kini tengah dihantam ganda oleh lonjakan harga bahan bakar jet dan ketidakpastian pasokan.

Penutupan Selat Hormuz menjadi titik krusial yang mengguncang distribusi minyak global dan memicu gejolak di pasar energi internasional.

Model Bisnis di Ujung Tanduk

Maskapai berbiaya rendah, yang menguasai sepertiga pangsa pasar dunia, menjadi kelompok yang paling rentan.

Dengan margin keuntungan yang tipis, model bisnis tarif murah mereka tidak memiliki ruang cukup untuk menyerap kenaikan biaya avtur yang ekstrem.

Beberapa maskapai besar telah mengonfirmasi pemangkasan operasional mereka: