Fakta Nasional

Dipicu Harga BBM Non-Subsidi dan Tarif Pesawat, Inflasi Mei 2026 Tembus 3,08 Persen

FAKTANASIONAL.NET — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Mei 2026 berada di angka 0,28 persen secara bulanan ( month-to-month /mtm). Sementara secara tahunan ( year-on-year /yoy), laju inflasi nasional tercatat mencapai 3,08 persen. B…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 16 June 2026 📖 2 menit
Dipicu Harga BBM Non-Subsidi dan Tarif Pesawat, Inflasi Mei 2026 Tembus 3,08 Persen
BPS melaporkan penyesuaian harga BBM non-subsidi dan tarif angkutan udara menjadi motor utama inflasi pada Mei 2026./Dok. Pertamina

FAKTANASIONAL.NET — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Mei 2026 berada di angka 0,28 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Sementara secara tahunan (year-on-year/yoy), laju inflasi nasional tercatat mencapai 3,08 persen.

Berbeda dari periode sebelumnya yang sering didominasi oleh gejolak harga pangan, inflasi pada Mei tahun ini justru lebih banyak didorong oleh penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax, kenaikan tarif angkutan udara, hingga harga minyak goreng.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa meski ada momentum Hari Raya Iduladha, tekanan inflasi pada Mei 2026 ini secara historis masih relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan masa meroketnya harga saat Hari Raya Idulfitri.

"Untuk bulan Mei 2026, secara year on year kita mengalami inflasi 3,08 persen dan secara month to month inflasinya sebesar 0,28 persen. Inflasi di bulan Mei 2026 ini sudah relatif rendah dibandingkan momen Idulfitri," ungkap wanita yang akrab disapa Winny tersebut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (15/6/2026).

Baca Juga: BPS Catat Inflasi Mei 2026 Naik Menjadi 0,28 Persen, Dipicu Harga Pangan dan Transportasi

Komponen Inti dan Harga Pemerintah Jadi Motor Utama

Berdasarkan data BPS, pergerakan inflasi kali ini tidak hanya bersumber dari kelompok pangan (harga bergejolak), melainkan disumbang besar oleh komponen inti serta komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices).

"Kalau kita perhatikan dari grafik ini yang banyak memberikan andil inflasi di bulan Mei 2026 adalah dari inflasi kelompok inti dan harga diatur pemerintah," jelas Winny.

  • Komponen Inti (Inflasi 0,22% | Andil 0,14%): Dipicu oleh kenaikan harga minyak goreng, telepon seluler, laptop/notebook, pelumas atau oli mesin, nasi dengan lauk, serta biaya servis kendaraan. Winny mencatat, naiknya harga oli berkaitan langsung dengan efek domino penyesuaian harga BBM sebelumnya.

  • Komponen Harga Diatur Pemerintah (Inflasi 0,52% | Andil 0,10%): Menjadi komponen dengan inflasi tertinggi yang didorong oleh kenaikan harga bahan bakar rumah tangga, bensin non-subsidi, tarif angkutan udara, hingga rokok kretek mesin.

Kelompok Pangan Cenderung Jinak

Di sisi lain, komponen harga bergejolak (volatile food) tercatat mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dengan andil yang relatif kecil terhadap inflasi nasional, yakni sebesar 0,04 persen.

Meskipun ada kenaikan harga pada sejumlah komoditas dapur seperti cabai merah, bawang merah, tomat, beras, dan sawi hijau, Winny menegaskan kontribusinya tidak se-agresif sektor energi dan transportasi.

"Untuk komoditas pangan selama bulan Mei 2026, andilnya terhadap inflasi bulan Mei tidak setinggi komponen inti dan komponen yang harga diatur pemerintah," pungkasnya.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem dan Nataru, Pemda Diminta Antisipasi Lonjakan Inflasi


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK