FAKTANASIONAL.NET – Nama Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang lebih populer disapa Haji Isam, kini sangat identik dengan kesuksesan skala raksasa di sektor pertambangan dan perkebunan Indonesia.
Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan pada 1 Januari 1977 ini merupakan arsitek utama di balik besarnya gurita bisnis Jhonlin Group.
Di usianya yang menginjak 49 tahun, perjalanan hidup sang konglomerat kerap menjadi kisah inspiratif.
Ia membuktikan bahwa tekad dan kerja keras mampu mengubah nasib dari pekerja lapangan menjadi salah satu taipan paling berpengaruh di Nusantara.
Lahir dari latar belakang keluarga yang amat sederhana, Haji Isam muda tidak pernah gentar melakukan pekerjaan kasar demi menyambung hidup. Ia diketahui pernah melewati jalan terjal sebagai tukang ojek, buruh muat barang, hingga bekerja sebagai sopir truk pengangkut kayu.
Titik balik kesuksesannya bermula saat ia mulai menguasai seluk-beluk industri batu bara. Pada tahun 2003, keberaniannya teruji nyata kala mendirikan PT Jhonlin Baratama. Perusahaan rintisan ini seketika meroket melampaui ekspektasi dan sukses memposisikan diri sebagai pemain utama sektor tambang di tanah Kalimantan.











