Serangan Trump ke Situs Nuklir Iran Dorong Harga Minyak dan Aset Aman

Produksi minyak AS mencetak rekor baru sebesar 13,93 juta barel per hari di tengah penurunan tajam harga minyak Brent dan WTI pada penutupan Kuartal II-2026./(Ilustrasi/@pixabay)

EKONOMI, FAKTANASIONAL.NET – Pengumuman Presiden Donald Trump di Truth Social soal serangan AS ke situs nuklir Iran memicu reaksi pasar global.

Ketegangan di Timur Tengah selalu menjadi faktor kunci dalam pergerakan harga minyak—komoditas yang sensitif terhadap risiko geopolitik.

Setelah pernyataan Trump, kontrak minyak Brent dan WTI langsung dibuka lebih tinggi.

Menurut Mark Spindel, Kepala Investasi Potomac River Capital, ketidakpastian geopolitik cenderung mendorong harga minyak naik pada pembukaan pasar.

Investor kemudian memindahkan dana ke aset safe haven seperti dolar AS, emas, dan obligasi negara maju.

Aksi jual saham sektor energi juga terjadi, karena risiko eskalasi konflik dapat mengganggu pasokan minyak dari kawasan produksi utama.

Exit mobile version