Meskipun analis JPMorgan menilai risiko penutupan rendah karena AS akan menganggapnya sebagai deklarasi perang, Iran berpotensi “menggoyang” pasar selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan sebelum pasukan AS benar-benar menguasai perairan.
Analis Kpler Matt Smith menambahkan, langkah tersebut justru akan memotong pendapatan utama Iran dari ekspor minyak ke China.
Sementara itu, pasar berharap Angkatan Laut AS dapat segera mengamankan jalur Hormuz, namun laporan Bob McNally dari Rapidan Energy mengingatkan bahwa gangguan pengiriman bisa berlangsung lebih lama dari perkiraan umum. Di tengah ketidakpastian geopolitik, setiap hari di selat ini membawa implikasi besar bagi perekonomian global.[dit]







