Jika pada waktu itu OMC dilakukan untuk redistribusi curah hujan agar tidak turun di bagian hulu sungai maupun kawasan terdampak banjir Jabodetabek, maka yang akan dilaksanakan di Riau ini justru diharapkan bahwa hujan dapat turun di lokasi target yang terdapat titik api.
Dukungan Helikopter dan Satgas Darat
Sebagai upaya percepatan penanganan karhutla di Bumi Lancang Kuning, BNPB juga mengerahkan helikopter patroli karhutla berjenis BELL 206 reg PK-KSF.
Patroli udara ini menjadi bagian penting dalam monitoring lokasi, sehingga hal itu akan memudahkan satgas karhutla darat maupun udara dalam menentukan dan menjangkau titik api agar segera dapat dipadamkan.
Di samping itu, BNPB me-reposisi helikopter water bombing dari Palembang menuju Riau. Helikopter bertipe Mi-8MSB-T reg UR-VBC ini turut dikerahkan untuk mendukung percepatan pemadaman karhutla yang kian membara dalam sepekan terakhir.
Adapun, selain pemadaman karhutla melalui udara, BNPB juga mengerahkan satgas darat yang dilengkapi dengan peralatan dan logistik memadai.
Personel yang bergerak adalah tim gabungan dari lintas sektor, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Tagana, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha dan unsur lainnya.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., akan memimpin pelaksanaan penanganan karhutla di Riau secara langsung pada esok hari, Senin (21/7).
Sebelumnya, Kepala BNPB telah mengintruksikan kepada seluruh kepala daerah yang terdampak untuk menetapkan status tanggap darurat karhutla, sehingga penanganannya lebih optimal, terpusat dan terorganisir dengan baik.[zul]
