Ia menambahkan, proses digitalisasi pasar harus dilakukan secara kolaboratif antara Perumda Pasar Jaya dengan perangkat daerah terkait, para pedagang, institusi perbankan, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dengan demikian, transformasi menuju transaksi non-tunai dan platform digital dapat berlangsung mudah, aman, dan berkelanjutan.
“Di Jakarta, ada 6,2 juta orang yang sudah menggunakan transaksi digital—tertinggi di Indonesia. Saya yakin, melalui lomba ini jumlahnya akan meningkat. Karena ada kemudahan dan kepastian yang diberikan. Ini akan membawa keuntungan bagi siapa pun yang terlibat dalam ekosistem digitalisasi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Perumda Pasar Jaya dan sejumlah mitra perbankan, yakni Bank Jakarta, BRI, Bank Mandiri, BCA, dan BNI, untuk mendukung program peningkatan digitalisasi pasar di Jakarta.
Melalui inisiatif ini, pasar rakyat diharapkan dapat tampil lebih modern, bersih, nyaman, dan berbasis teknologi. Upaya ini juga sejalan dengan visi menjadikan Jakarta sebagai kota global yang tetap berpijak pada akar tradisi.[zul]
