Selain penyitaan dokumen, penyidik menelusuri rekening penampungan uang hasil pemerasan. Kasus ini telah menjerat delapan tersangka, termasuk mantan Dirjen Binapenta & PKK dan staf pengendalian penggunaan TKA. KPK juga membongkar aliran dana ke aset mewah yang dibeli tersangka dan keluarganya.
Dengan tahanan untuk delapan orang, KPK menegaskan tak akan berhenti sampai seluruh jaringan pemerasan terungkap. Proses peradilan diharapkan memberi efek jera dan menegakkan keadilan bagi ratusan pekerja asing yang terpaksa membayar mahal demi legalitas kerja.[dit]
