Kontribusi petani milenial bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah terbukti secara nyata melalui pencapaian ekonomi yang impresif. Mentan Amran mengungkapkan bahwa tidak sedikit dari mereka yang berhasil mencatatkan omzet fantastis hingga miliaran rupiah per tahun. “Yang menarik, ada omzet sampai Rp 10 miliar per tahun. Ada Rp 5 miliar per tahun. Ini harus dibina,” jelasnya. Para petani muda ini aktif bergerak di berbagai subsektor, mulai dari hortikultura, peternakan, perkebunan, hingga komoditas pangan strategis. Keberhasilan mereka membuktikan bahwa agribisnis, jika dikelola dengan baik dan modern, adalah ladang bisnis yang sangat menguntungkan.
Melihat potensi besar ini, pemerintah tidak tinggal diam. Kementerian Pertanian menargetkan jumlah petani milenial dapat terus bertambah hingga mencapai 1 juta orang dalam lima tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut, Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh. Pembinaan akan dilakukan secara sistematis dan periodik, baik setiap tiga maupun enam bulan sekali. Dukungan ini tidak hanya sebatas retorika, melainkan dalam bentuk aksi nyata. Pemerintah akan memfasilitasi penyederhanaan perizinan, memberikan bantuan alat dan mesin pertanian, membangun irigasi, hingga membuka akses pembiayaan yang lebih mudah melalui lembaga keuangan.[dit]
