Mantan Dirut KAI: FS Kereta Cepat Whoosh Sejak Awal Berpotensi Bermasalah

Kereta Cepat Whoosh/Dok. KCIC.

Studi kelayakan kereta cepat Whoosh dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada Januari 2014–April 2015 untuk perencanaan dasar, sementara tahap kedua pada April–Desember 2015 untuk menghitung detail biaya pembangunan. Awalnya, investasi diperkirakan mencapai Rp56 triliun, mencakup jalur sepanjang 133 kilometer dan pengadaan kereta.

Namun kini, proyek tersebut justru membebani keuangan PT KAI. Utang proyek terus membengkak hingga Rp116 triliun, membuat konsorsium BUMN yang terlibat kewalahan menanggung kerugian.

Direktur Utama KAI saat ini, Bobby Rasyidin, bahkan menyebut kereta cepat Whoosh sebagai “bom waktu” bagi perseroan. Ia menyatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anggara Nusantara (BPI Danantara) untuk mencari solusi atas utang KCIC.[zul]

Exit mobile version