Dinda menjelaskan bahwa selama ini ia selalu memaklumi kesalahan suaminya dengan dalih penyakit mental yang diderita Tara. Mereka telah mencoba berobat ke beberapa psikolog namun tidak pernah cocok. Hingga akhirnya, Tara menemukan satu psikolog yang ia rasa cocok, yang ternyata menjadi selingkuhannya. Dinda awalnya tidak curiga saat suaminya sering mengunjungi apartemen sang psikolog, mengira itu adalah bagian dari sesi terapi.
Perselingkuhan Tara dengan psikolog tersebut akhirnya terbongkar setelah Dinda menerima banyak laporan dari orang-orang di sekitarnya yang sering melihat keduanya bersama. Hal ini mirip dengan terbongkarnya perselingkuhan pertama dengan karyawannya yang berinisial D. Bagi Dinda, pengkhianatan dari orang yang ia anggap sahabat sekaligus profesional yang seharusnya membantunya adalah puncak dari segalanya. “Menurutku sih sudah selesai di sini,” tandasnya, mengisyaratkan akhir dari pernikahannya.[dit]
