Getaran sekecil apa pun dikhawatirkan justru memperburuk situasi dan mengancam keselamatan korban maupun petugas di lapangan.
Apabila nantinya tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan, BNPB bersama Basarnas serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melakukan musyawarah dengan pihak keluarga korban sebelum melanjutkan proses evakuasi menggunakan alat berat.
Jumlah Korban Masih Dinamis
Data terakhir yang diperbarui pada Rabu (1/10) pukul 23.00 WIB mencatat masih ada 59 orang yang diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Angka ini diperoleh dari daftar absensi ponpes serta laporan kehilangan dari keluarga.
Namun, jumlah tersebut bersifat dinamis karena adanya kemungkinan beberapa nama yang tercatat sebenarnya selamat atau tidak berada di lokasi saat kejadian, tetapi belum melapor kepada pihak berwenang.
Prioritas Keselamatan
Dalam setiap langkah operasi, tim SAR menegaskan bahwa keselamatan korban maupun petugas menjadi prioritas utama.
Oleh karena itu, strategi penyelamatan difokuskan pada upaya evakuasi manual dengan menggunakan peralatan ringan dan teknik khusus, agar korban yang masih hidup dapat diselamatkan secepat mungkin.
Pemerintah pusat bersama daerah terus memantau perkembangan operasi ini. Dukungan penuh dari BNPB, Basarnas, TNI-Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat diharapkan mampu mempercepat proses evakuasi sekaligus memberikan harapan bagi keluarga yang masih menunggu kabar anggota keluarganya yang hilang.[zul]
