“Kita menyaksikan, hampir semuanya (kekuatan politik) sudah menjadi bagian dari kekuasaan politik pemerintah,” ujar Adi di Jakarta, Senin (20/10/2025). Akibatnya, berbagai kebijakan pemerintah nyaris tidak pernah mendapat resistensi atau protes keras dari parlemen.
Kondisi ini, lanjut Adi, sangat kontras dengan yang dialami Presiden Jokowi di tahun-tahun pertamanya. “Agak berbeda dengan Pak Jokowi, agak pusing di tahun-tahun pertama karena mayoritas parlemen itu dikuasai oleh kelompok oposisi,” ungkapnya.
Selain stabilitas politik, Adi juga mengapresiasi kinerja ekonomi. Ia memuji lobi dan diplomasi dagang Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di tengah perang tarif internasional, yang dinilai berhasil mengamankan kepentingan ekonomi Indonesia.[dit]
