Dana Triliunan Mengendap, Menkeu Purbaya Khawatir Sektor Properti Gawat

Gaya Ceplas-Ceplos Menkeu Purbaya Dibandingkan dengan Gus Dur dan Rizal Ramli/(instagram )

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyuarakan keprihatinannya atas kondisi sektor perumahan nasional. Pasalnya, permintaan masyarakat untuk membeli rumah dinilai masih sangat lemah, meskipun pemerintah telah menggelontorkan dana stimulus dalam jumlah besar.

Purbaya mengungkapkan, serapan dana dukungan pembiayaan perumahan sangat minim. Hal ini mengindikasikan adanya masalah serius di sisi permintaan. “Ini menggambarkan demand di sektor perumahan lemah sebetulnya, jadi saya pikir waduh gawat kita nih,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta (5/11/2025).

Kondisi ini tercermin dari data penyaluran dana pembiayaan. Pemerintah telah menyediakan pagu sebesar Rp25 triliun, namun hingga September 2025, realisasinya hanya mencapai Rp4,8 triliun atau sekitar 19 persen dari total alokasi.

Realisasi Stimulus Jauh dari Target

Lambatnya penyerapan dana stimulus menunjukkan adanya hambatan nyata dalam mendorong kepemilikan rumah. Selain pagu Rp25 triliun yang baru tersalur 19 persen, Purbaya juga menyoroti dana Rp200 triliun yang disuntikkan ke bank-bank Himbara (milik negara) untuk memacu kredit. Namun, penyaluran untuk segmen perumahan rakyat tampak berjalan lambat.