Ketika Dolar AS melemah, harga emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah dan lebih menarik bagi investor yang memegang mata uang lain. Hal ini secara otomatis meningkatkan permintaan dan mengerek harga komoditas tersebut.
Permintaan Aset ‘Safe Haven’
Selain pelemahan Dolar, harga emas juga terdorong oleh statusnya sebagai aset safe haven. Minat investor terhadap aset aman meningkat di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi penutupan sebagian pemerintahan AS (government shutdown).
Menurut Peter Grant dari Zaner Metals, ketidakpastian hukum terkait kebijakan tarif impor AS juga menambah sentimen positif. Ia bahkan memperkirakan harga emas berpotensi mencapai 4.300-4.400 Dolar AS per ons hingga akhir tahun. Ekspektasi pasar bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga pada Desember juga turut menopang harga emas.[dit]











