Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi, Kekhawatiran Oversupply Kalahkan Sentimen Positif

Harga minyak mentah Brent dilaporkan anjlok kembali ke level sebelum konflik di kisaran 72 dolar AS per barel akibat melimpahnya pasokan dan penurunan permintaan dari China./(Ilustrasi/@pixabay)

Di sisi lain, ketidakpastian pasokan muncul dari sanksi baru AS terhadap dua raksasa energi Rusia, Rosneft dan Lukoil. Reuters melaporkan Lukoil bahkan telah menyatakan force majeure di salah satu ladang minyaknya di Irak. Pemerintah Bulgaria juga disebut bersiap mengambil alih kilang Burgas milik perusahaan itu. Langkah ini menambah ketidakpastian pasokan di kawasan Eropa Timur.

Permintaan Asia Melemah Signifikan

Tekanan tambahan datang dari Asia, di mana volume minyak yang disimpan di kapal tanker dilaporkan melonjak dua kali lipat dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini mencerminkan lemahnya permintaan, terutama dari kilang independen di China akibat kuota impor yang terbatas.

Sanksi Barat juga memperketat arus ekspor minyak Rusia ke China dan India, yang merupakan konsumen besar. Meskipun sejumlah kilang di Asia mulai beralih ke pasokan dari Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin, langkah diversifikasi ini belum cukup kuat untuk menopang harga global yang kini tertekan oleh melimpahnya suplai.[dit]

Exit mobile version