Sikap penolakan PDIP mengisyaratkan posisi mereka sebagai partai penyeimbang, di luar kekuasaan. PDIP menunjukkan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang sejalan dengan aspirasi politik mereka, namun juga tidak ragu menolak kebijakan yang dianggap kontroversial, seperti penganugerahan gelar pahlawan kepada Soeharto. Kendati demikian, kritik dari PDIP disebut Adi Prayitno cenderung “tipis-tipis”. Sikap ini diartikan sebagai bahasa simbolik bahwa PDIP berupaya tetap merawat hubungan baik dengan pemerintahan Prabowo.
Strategi Menjaga Keseimbangan Politik
Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia itu, sikap hati-hati yang ditunjukkan oleh PDIP merupakan strategi politik yang matang untuk menjaga keseimbangan. Jika PDIP terlalu keras mengkritik segala kebijakan pemerintah, taruhannya adalah kerusakan hubungan politik antara PDIP dan Gerindra, yang juga berarti hubungan antara Megawati dan Prabowo. Oleh karena itu, PDIP memilih untuk menahan diri dan bersikap selektif dalam mengkritisi kebijakan.[dit]











