JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Kanker paru merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi secara global. Penyakit ini sering dijuluki “silent killer” karena pada tahap awal, gejala yang muncul cenderung tidak jelas dan mudah diabaikan. Banyak penderita yang keliru mengira gejala seperti batuk persisten, sesak napas ringan, atau kelelahan sebagai flu biasa atau sekadar kelelahan. Konsultan Onkologi Medis, Dr. Lim Hong Liang, menjelaskan bahwa kanker paru berawal dari pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali di jaringan paru-paru. Sel-sel ganas ini tidak hanya merusak paru-paru tetapi juga berpotensi menyebar (metastasis) ke organ vital lain seperti hati, otak, atau tulang, yang membuat diagnosis dini menjadi sangat krusial.
Deteksi Dini Kanker Paru: Kunci Meningkatkan Peluang Kesembuhan
Mengingat sifatnya yang sering tanpa gejala, deteksi dini menjadi kunci utama untuk meningkatkan peluang kesembuhan yang signifikan. Dr. Lim menekankan bahwa semakin cepat kanker ditemukan, semakin efektif pengobatan dapat diberikan. Untungnya, kanker paru dapat dideteksi sedini mungkin melalui prosedur sederhana yang disebut CT scan dosis rendah (Low-Dose CT Scan). Pemeriksaan ini mampu mengidentifikasi adanya sel kanker sebelum gejala fisik muncul. Kesadaran akan pentingnya skrining, terutama bagi kelompok berisiko tinggi (perokok aktif/pasif), dapat mengubah prognosis penyakit secara drastis.











