Wakil Gubernur mengungkapkan bahwa Gubernur tidak pernah mengajaknya bicara mulai dari tahap penyusunan hingga pelantikan, dan ia hanya menerima undangan. “Itu yang membuat saya kecewa, saya seperti dianggap orang tidak ada,” ujarnya. Krisantus mengakui hubungan kerjanya selama ini minim komunikasi, sebatas saling sapa dalam acara formal, namun ia merasa tidak memiliki masalah pribadi dengan Gubernur.
Spekulasi dan Tuntutan Klarifikasi
Di sisi lain, Krisantus menyatakan, “Saya menganggap tidak ada masalah, cuma beliau yang merasa bermasalah. Menganggap saya biang kerok, dalang, dan sebagainya.” Kekecewaan ini menguatkan dugaan adanya keretakan hubungan di antara pemimpin tertinggi Pemprov Kalbar. Hingga berita ini ditulis, Gubernur Ria Norsan belum memberikan pernyataan klarifikasi resmi mengenai alasan tidak dilibatkannya Wakil Gubernur dalam pengambilan keputusan strategis ini. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas tata kelola pemerintahan di Kalbar.[dit]
