Keadilan Hukum sebagai Prioritas Utama
Mawa menjelaskan bahwa ketulusan permintaan maaf akan ia hargai secara pribadi. Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut tidak akan menghentikan langkah hukumnya. Ia akan melanjutkan proses hukum “sebagaimana adilnya proses hukum itu saja” untuk mencari keadilan. Mawa membedakan antara maaf dalam konteks kemanusiaan dengan pertanggungjawaban di mata hukum.[dit]
