Trump bahkan melabeli penguasa Venezuela sebagai organisasi teroris asing. Akibatnya, kontrak berjangka minyak mentah AS naik 1,3 persen ke level US$ 55,99 per barel di perdagangan Asia, setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah.
Pengerahan ribuan personel militer dan kapal perang ke wilayah tersebut menunjukkan keseriusan AS dalam menekan pemerintahan Nicolas Maduro. Langkah ini diprediksi akan mengganggu suplai minyak global dan meningkatkan risiko konflik di kawasan tersebut.
Meski pihak Venezuela belum memberikan tanggapan resmi, pasar merespons dengan waspada terhadap potensi gangguan distribusi energi yang bisa mendorong harga minyak dunia terus merangkak naik di hari-hari mendatang.[dit]
