Kayu-kayu tersebut diduga berasal dari kawasan hulu yang terbawa arus deras saat intensitas hujan mencapai puncaknya di Kecamatan Bandar Pusaka.
Hingga pertengahan Desember, proses evakuasi material kayu masih terkendala alat berat dan akses jalan yang sulit. Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk membersihkan sisa-sisa bencana agar pembangunan kembali bisa dimulai.
Bandar Pusaka kini tercatat sebagai salah satu titik kerusakan paling parah di wilayah Aceh Tamiang akibat fenomena banjir kiriman ini.[dit]
