JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET | Pengurus DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Golkar, Apridon Rusadi, menilai Serikat Nelayan Indonesia (SNI) tidak punya urat malu, lantaran mengklaim sebagai organisasi yang menorehkan banyak keberhasilan dalam memperjuangkan kepentingan nelayan.
Klaim sepihak SNI sendiri dikatakan saat audiensi antara SNI, Kementerian Kelautan dan Perikatanan (KKP), serta Wakil Menteri Sekretariat Negara (Wamensetneg) pada Sabtu (20/12/2025).
Apridon menegaskan, SNI sangat pandai dalam mengklaim keringat dan jerih payah organisasi dan kelompok lain untuk mencari nama dan keuntungan kelompok sendiri.
“SNI ini seharusnya malu mengklaim hal-hal yang semua orang tahu bukan karena kinerjanya SNI, tapi itu sudah menjadi program kerja rutin KKP,” ungkap Apridon kepada awak media, Senin (22/12/2025).
Apridon menegaskan bahwa SNI bukan memperjuangkan kepentingan nelayan, melainkan kepentingan para pengusaha perikanan.
“SNI sebaiknya jangan membawa isu membela nelayan kecil, padahal mereka banyak hanya pengusaha kapal ikan,” tegas Apridon.
Setidaknya ada tiga butir klaim keberhasilan SNI yang dinilai sebagai klaim kosong, karena keberhasilan itu bukan atas keringat dan prestasi SNI:
Pertama, SNI mengklaim sebagai organisasi yang mencatat sukses terkait adanya izin penyimpanan BBM di palka kapal dengan ketentuan keselamatan, serta dibukanya kembali izin operasional kapal di atas 100 GT di wilayah ZEEI dan WPP NRI 711 (Laut Natuna).
Faktanya, Apridon menegaskan bahwa izin penyimpanan BBM di palka itu merupakan kebijakan yang dikeluarkan KKP sejak 6 Desember 2025 .
“Kebijakan itu dari hasil masukan surat resmi yang dilayangkan bebetapa asosiasi, jadi bukan inisiatif dari SNI. Jadi jangan dikalim sebagai keberhasilan SNI,” kata Apridon.











