Sandri Rumanama mengingatkan Indonesia sebagai negara maritim harus mampu melindungi dan memaksimalkan potensi-potensi bahari yang ada. Baik dalam hal perikanan maupun potensi kelautan, termasuk keamanan wilayah laut dari kejahatan.
“Ini juga persoalan kedaulatan negara, sehingga sudah tentu pengamanan kelautan harus terkoordinasi dengan baik. Di sana ada Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP), ada TNI AL, Polri, termasuk dengan melibatkan para nelayan dan warga pesisir,” tegas Sandri yang juga punya latar belakang anak pesisir.
Sementara itu, kasus dugaan pencurian kabel laut di perairan Belitung kembali mencuat setelah nama seorang pria bernama Karsono disebut-sebut sebagai pelaku utama.
Kabel bawah laut yang menjadi bagian dari jaringan komunikasi nasional milik Telkom Indonesia itu dipotong secara ilegal, menimbulkan kerugian besar dan kekhawatiran publik terhadap keamanan infrastruktur digital negara.
Peristiwa ini bermula dari operasi patroli laut yang dilakukan oleh satuan TNI Angkatan Laut beberapa hari sebelumnya.
Tim patroli mendeteksi aktivitas mencurigakan di salah satu kawasan perairan strategis yang menjadi jalur kabel bawah laut. Dari hasil pemantauan, terlihat adanya perahu kecil yang beroperasi di malam hari, membawa peralatan selam dan potongan kabel besar.
Selain pencurian kabel laut, warga pesisir Laut Belitung juga mengaku resah dengan maraknya aktivitas ilegal. Mulai dari penambangan timah tanpa izin, penyelundupan, hingga pengangkatan barang-barang bawah laut tanpa izin resmi.
