Anak yang terpapar biasanya sangat protektif terhadap ponselnya dan sering meniru gaya berpakaian idola radikal mereka. Bahkan, ditemukan kasus anak membawa senjata tajam atau replika ke sekolah sebagai bentuk inspirasi kekerasan.
Komunitas TCC tumbuh subur di ruang digital secara sporadis tanpa tokoh sentral. Grup ini menjadi wadah pertukaran ideologi ekstrem yang saling menginspirasi secara global.
Salah satu bukti nyata adalah munculnya tulisan “Jakarta Bombing 2025” pada senjata pelaku kriminal di Rusia, yang diduga terinspirasi dari insiden ledakan di salah satu SMA di Jakarta.[dit]
