Menembus Langit Ketujuh: Makna Mendalam dan Kejadian Agung Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Menembus Langit Ketujuh: Makna Mendalam dan Kejadian Agung Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW/(dit/fkn)

RELIGI, FAKTANASIONAL.NET – Peristiwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan semalam yang menembus dimensi ruang dan waktu. Bagi umat Islam, ini adalah salah satu mukjizat terbesar yang membuktikan kemahakuasaan Allah SWT sekaligus menjadi titik balik sejarah spiritual kemanusiaan.

Peristiwa ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi dari Sang Pencipta kepada hamba-Nya yang paling mulia, Nabi Muhammad SAW, di tengah masa-masa tersulit dalam dakwah beliau.

Secara terminologi, Isra’ adalah perjalanan malam hari yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina. Sementara Mi’raj adalah kenaikan beliau dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha, melintasi tujuh lapis langit hingga sampai ke singgasana Allah SWT.

Penegasan mengenai keagungan peristiwa ini diabadikan secara kekal dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surat Al-Isra’ ayat 1, yang menyatakan bahwa Allah memperjalankan hamba-Nya untuk memperlihatkan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya.

Kronologi Perjalanan Suci: Dari Pembersihan Hati hingga Bertemu Para Anbiya

Sebelum memulai perjalanan yang luar biasa ini, terdapat prosesi spiritual yang sangat penting. Dalam Shahih Bukhari, dikisahkan bahwa malaikat mendatangi Nabi Muhammad SAW saat beliau sedang tidur.

Malaikat kemudian mengeluarkan hati Nabi dan menyucinya dengan air zamzam, lalu mengisinya dengan emas yang penuh dengan iman dan hikmah.

Prosesi ini merupakan persiapan ruhani agar fisik dan batin Nabi siap menerima wahyu besar serta melihat cahaya keagungan Allah secara langsung.

Perjalanan dimulai dengan mengendarai Buraq, makhluk langit yang kecepatannya melampaui jangkauan akal manusia.

Didampingi oleh Malaikat Jibril, Nabi menempuh jarak ribuan kilometer dari Makkah ke Baitul Maqdis (Palestina) dalam sekejap mata.

Sesampainya di langit dunia (langit pertama), Jibril meminta izin untuk masuk. Dialog legendaris terjadi antara Jibril dan penjaga langit, di mana kedatangan Nabi disambut dengan sukacita sebagai tamu terbaik yang pernah ada.

Exit mobile version