Meski titik koordinat telah diketahui, proses evakuasi udara menggunakan helikopter masih terhambat oleh faktor alam. Angin kencang dan kabut tebal di sekitar puncak gunung membuat pendaratan tim evakuasi menjadi sangat berisiko, sehingga tim harus menunggu jendela cuaca yang lebih aman.
Tantangan utama saat ini adalah akses geografis yang sangat ekstrem dan terjal. Tim SAR darat telah dikerahkan menuju lokasi, namun keamanan personel menjadi prioritas utama mengingat kemiringan medan yang membahayakan.
Saat ini, sekitar 500 personel telah disiagakan di posko utama untuk mendukung operasi penyelamatan. Rencananya, jalur pendakian reguler akan tetap digunakan sebagai rute utama evakuasi karena dianggap lebih stabil dibandingkan jalur pintas yang terlalu curam.
Fokus utama tim saat ini adalah mencapai titik badan pesawat untuk memastikan kondisi di dalam kabin sambil menunggu cuaca membaik demi percepatan proses evakuasi serpihan.[dit]
