FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Perhubungan bergerak cepat merespons tragedi memilukan di Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin, 27 April 2026 malam.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) resmi memanggil manajemen Xanh SM atau Green SM untuk memberikan klarifikasi mendalam terkait keterlibatan armada mereka dalam insiden yang menelan 14 korban jiwa tersebut.
Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menegaskan bahwa pemanggilan pada Selasa, 28 April 2026 ini bukan sekadar formalitas. Tim khusus telah dibentuk untuk membedah sisi perizinan, administrasi, hingga kepatuhan operasional Green SM.
Fokus utama audit adalah melihat bagaimana Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) diterapkan di lapangan, bukan sekadar dokumen di atas kertas.
