Transformasi Telkom: InfraNexia Kelola Aset Fiber Rp90 Triliun

Danantara bersama BP BUMN menargetkan proses streamlining 48 anak usaha PT Telkom Indonesia dapat rampung pada akhir tahun 2026 tanpa adanya PHK karyawan./net.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengungkapkan bahwa InfraNexia akan menjadi penggerak pertumbuhan baru yang lebih tangkas. Dengan aset serat optik mencapai 173.000 kilometer—atau setara empat kali keliling bumi—perusahaan ini fokus pada optimalisasi jaringan backbone dan akses. Struktur yang lebih ramping diharapkan mampu menarik kemitraan strategis dan meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan.

Proses pemisahan ini dilakukan dalam dua fase, di mana fase kedua ditargetkan tuntas sepenuhnya pada 2026 dengan total nilai aset mencapai Rp90 triliun. Selain mengelola infrastruktur fiber, Telkom juga dipercaya pemerintah untuk mengelola Pusat Data Nasional Sementara (PDNS). Inisiatif ini selaras dengan arahan Danantara untuk memperkuat kedaulatan digital nasional dan memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi negara.[dit]

Exit mobile version