Selain itu, penggunaan minyak jelantah sebagai bahan baku lokal diharapkan dapat menekan defisit transaksi berjalan akibat impor energi fosil.
Produk unggulan dari kilang ini adalah sustainable aviation fuel (SAF) yang sudah mulai diminati maskapai internasional.
Dengan memanfaatkan teknologi katalis karya anak bangsa, Pertamina optimistis bisa menurunkan emisi karbon hingga 600 ribu ton per tahun. Proyek ini membuktikan bahwa limbah rumah tangga bisa menjadi tulang punggung ekonomi hijau masa depan.[dit]











