Terdiri dari 19 blok hunian, fasilitas ini dilengkapi dengan infrastruktur sanitasi yang memadai, termasuk 114 unit shower dan akses khusus difabel. Selain itu, instalasi air bersih dan listrik dari PLN sudah dipastikan siap pakai untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Kawasan huntara tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga dirancang dengan fasilitas pendukung seperti mushola, area parkir, dan ruang publik. Menurut Menteri Dody, percepatan ini adalah langkah awal dari komitmen pemerintah untuk menyediakan hunian tetap yang lebih berkelanjutan.
Dengan lingkungan yang terintegrasi, diharapkan proses pemulihan sosial dan ekonomi warga terdampak bisa berjalan lebih cepat.[dit]









