Daerah  

Mendiktisaintek Brian Yuliarto Apresiasi Sistem Pengolahan Sampah Terintegrasi UGM

"Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah di Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada."
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah di Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada. (Dok. Ist)

“Proses pengolahan sampah sangat lengkap. Semoga kualitasnya bisa terus ditingkatkan lagi, sehingga pada akhirnya pengelolaan sampah yang modern ini bisa kita pandang sebagai percontohan dalam penanganan sampah yang terintegrasi,” ujar Brian Yuliarto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Kampus Sebagai Laboratorium Inovasi

Selain pengolahan skala besar, UGM juga melakukan diseminasi praktik baik melalui model pengolahan sampah sederhana kepada komunitas di sekitar kampus.

Langkah ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda nasional mengenai pengelolaan sampah berkelanjutan.

Mendiktisaintek mendorong agar perguruan tinggi di Indonesia menjadi living laboratory atau laboratorium hidup bagi inovasi teknologi ramah lingkungan.

Hal ini mencakup seluruh rantai pengolahan, mulai dari daur ulang hingga konversi sampah menjadi sumber energi alternatif.

“Inisiatif ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan riset dan teknologi, tetapi juga dalam menghadirkan solusi konkret yang dapat direplikasi untuk mendukung agenda nasional pengelolaan sampah berkelanjutan,” tambahnya.

Mendukung Gerakan Indonesia ASRI

Langkah nyata pengolahan sampah terintegrasi UGM ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Negara sebelumnya menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk konsisten melakukan penanganan sampah secara menyeluruh.

Sebagai bentuk tindak lanjut, pemerintah meluncurkan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI).

Gerakan ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat konsistensi pembersihan lingkungan dan pengelolaan sampah di seluruh penjuru Indonesia demi masa depan yang lebih hijau dan sehat.

Baca Juga: Bali Terancam Krisis Sampah di Tengah Puncak Kunjungan Wisata, Wapres Soroti Persoalan Sampah