“Saya pastikan bantuannya sama, baik yang memilih huntara maupun DTH. BNPB akan terus mengisi kebutuhan yang diperlukan,” tegasnya.
Persoalan pendidikan di lokasi pengungsian juga tidak luput dari perhatian. Menanggapi keluhan warga mengenai kondisi tenda sekolah darurat yang mulai tidak layak, Suharyanto langsung menginstruksikan pembangunan unit huntara khusus sekolah.
“Nanti BNPB akan bangun huntara khusus sekolah sesuai kebutuhan ruang kelas. Saya sudah perintahkan jajaran untuk segera memprosesnya. Untuk sarana pendukung lainnya, akan saya koordinasikan langsung dengan Mendikdasmen,” pungkasnya.
Meski huntara kini sudah bisa ditempati, fokus jangka panjang tetap pada pembangunan hunian tetap atau huntap. Suharyanto menekankan bahwa setiap kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal atau berada di zona merah memiliki hak atas huntap yang permanen.
Ia meminta pemerintah daerah segera merampungkan pendataan warga agar proses pembangunan rumah permanen dapat segera direalisasikan sesuai permohonan yang diajukan.
Baca Juga: Gubernur Aceh Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Selama 14 Hari
(Jes)
