Proyek Nuklir Kalbar: Indonesia Gandeng AS, Rusia Turut Menawar

"Indonesia menggandeng Amerika Serikat dan Jepang merancang pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir berupa reaktor modular di Kalimantan Barat.
Indonesia menggandeng Amerika Serikat dan Jepang merancang pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir berupa reaktor modular di Kalimantan Barat. (Dok. IDN Times)

“[Lokasinya] masih di Kalimantan Barat, yang menjadi kajian BRIN itu yang dipakai lokasinya. Tidak ada lokasi baru yang dipakai,” kata Edwin.

Saat ini, proyek tersebut tengah memasuki masa evaluasi teknis yang diperkirakan memakan waktu delapan hingga sepuluh bulan sebelum melangkah ke tahap konstruksi.

Meski AS sudah melangkah maju dengan nota kesepahaman (MoU), Rusia melalui perusahaan negaranya, Rosatom Corp, terus menunjukkan minat serius.

Presiden Vladimir Putin secara terbuka menawarkan dukungan teknologi nuklir Rusia saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Moskwa pada pengujung 2025.

“Ada banyak prospek dalam sektor energi termasuk energi nuklir. Saya tahu bahwa Indonesia memang ada rencana terkait dan kalau Indonesia memang memutuskan melibatkan Rusia, kami selalu siap untuk membantu,” ungkap Putin.

Ketertarikan berbagai negara besar ini menempatkan Indonesia pada posisi tawar yang strategis.

Pemerintah kini dituntut untuk merumuskan kelanjutan proyek secara hati-hati melalui BRIN guna memastikan teknologi yang diadopsi paling efisien dan aman bagi kedaulatan energi nasional.

Baca Juga: Indonesia Bersiap Menuju Era Nuklir: PLTN Pertama Segera Dibangun

Exit mobile version