Efisiensi vs Integritas: Dilema Jurnalis Indonesia di Tengah Ledakan Adopsi AI

"Forum "Navigating AI in Newsrooms: Research Insights and Media Business Sustainability" yang digelar di Jakarta, (20/2/2026)."
Forum "Navigating AI in Newsrooms: Research Insights and Media Business Sustainability" di Jakarta, (20/2/2026). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

FAKTANASIONAL.NET – Ruang redaksi di Indonesia tengah menghadapi transisi besar.

Riset terbaru dari BBC Media Action mengungkapkan fakta mengejutkan: meski adopsi Kecerdasan Artifisial (AI) sudah menjadi makanan sehari-hari, para jurnalis masih menaruh curiga pada kemampuan mesin dalam melakukan verifikasi fakta.

Data menunjukkan ChatGPT mendominasi penggunaan sebesar 86 persen, disusul Gemini (63 persen).

Baca Juga: Diskusi dengan Wartawan di Kaltim, Hasto Kristiyanto Bahas Parliamentary Threshold hingga Kelestarian Alam

Kehadiran AI terbukti mampu mendongkrak kapasitas produksi secara drastis.

Jika sebelumnya seorang editor rata-rata menyunting 25 artikel, kini angka tersebut melonjak hingga 60 artikel per hari. Namun, 30 persen jurnalis merasa khawatir teknologi ini justru menjadi bumerang.

Dosen RMIT University, Arsisto Ambyo, memberikan peringatan keras mengenai dampak efisiensi ini terhadap stabilitas profesi dan kualitas karya.

“Siapa yang diuntungkan?” ucapnya. Ia mengingatkan bahwa produktivitas tidak boleh mengorbankan kualitas dan integritas jurnalisme di tengah maraknya disinformasi.

Sadar akan potensi “halusinasi” mesin, sejumlah media besar mulai menyusun aturan internal yang ketat. Redaktur Eksekutif Liputan6.com, Raden Trimutia Hatta, menegaskan bahwa pedoman AI bukan sekadar urusan teknis, tapi menjaga esensi jurnalistik.

“Selain menjadi panduan newsroom, juga sebagai guide tim IT untuk membuat AI tools yang dibutuhkan redaksi, dan tidak keluar dari sisi jurnalistiknya,” ujar Raden.

Strategi serupa diterapkan oleh media Seputarpapua melalui sistem internal bernama ‘Mas AI’. Direktur Seputarpapua, Misbah Latuapo, menjelaskan bahwa mereka menerapkan formula keseimbangan antara teknologi dan intuisi manusia.

Exit mobile version