Ketegangan AS-Iran Memuncak, Kemlu Pastikan WNI di Iran Masih Aman

Menteri Luar Negeri RI - Sugiono
KBRI memastikan sembilan relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menjalani pemeriksaan kesehatan, visum, dan testimoni hukum di Istanbul pasca-dibebaskan dari otoritas militer Israel. (Dok. Kemenlu)

​Situasi di kawasan Timur Tengah saat ini berada di titik nadir menyusul pengerahan kekuatan besar-besaran oleh Washington. Dilaporkan sebanyak 16 kapal perang, 40.000 personel militer, serta tujuh sayap udara tempur telah disiagakan.

Kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford juga telah memperluas jangkauan tempur mereka di sekitar wilayah Iran.
​Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa keputusan besar akan diambil dalam waktu dekat, meskipun ia masih membuka kemungkinan adanya kesepakatan diplomatik.

​“Sekarang kita mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak. Mungkin kita akan membuat kesepakatan (dengan Iran),” ujar Trump sebagaimana dikutip dari Axios.

​Namun, nada berbeda datang dari jurnalis whistleblower John Kiriakou. Mengutip sumber mantan perwira CIA di Gedung Putih, ia mengungkapkan bahwa perintah untuk melakukan serangan terhadap Iran kabarnya telah diputuskan dan berpotensi dieksekusi pada awal pekan ini.

Baca Juga: Gertakan “Locked and Loaded” Donald Trump Alami Kebuntuan di Hadapan Iran

Exit mobile version