“Semakin tepat dokter menilai kadar HER2, semakin tepat juga terapi yang bisa diberikan. Pasien dengan HER2 positif bisa mendapat terapi target anti-HER2 yang bekerja langsung pada protein tersebut,” tambahnya.
Peran AI Sebagai Pendamping, Bukan Pengganti
Melihat data GLOBOCAN 2020 yang mencatat 65 ribu kasus baru kanker payudara di Indonesia dengan angka kematian mencapai 22 ribu jiwa, percepatan diagnosis menjadi harga mati.
dr. Jeffry Beta Tenggara, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, menegaskan bahwa AI mempercepat analisis jaringan yang kompleks.
Namun, ia memberikan catatan penting mengenai batasan teknologi ini dalam praktik klinis.
“Teknologi ini pada hakikatnya hanya berperan sebagai perangkat pendamping bagi dokter, bukan alat pengganti. Keputusan akhir mengenai diagnosis medis tetap sepenuhnya berada di tangan tenaga kesehatan profesional,” tegas dr. Jeffry.
Implementasi AI di dunia medis diharapkan mampu menekan angka kematian akibat kanker payudara di Indonesia melalui deteksi dini yang lebih tajam dan pemberian terapi yang lebih personal bagi setiap pasien.











