Lonjakan Harga Minyak Dunia: Pemerintah Cari Alternatif Non-Timur Tengah

Koordinasi Tinggi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Tanggapi Kebijakan Tarif Resiprokal AS/(Instagram)

FAKTANASIONAL.NET – Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah mendorong harga minyak mentah dunia melampaui angka 80 dolar AS per barel.

Angka ini jauh di atas asumsi APBN 2026 yang hanya mematok 70 dolar AS. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memperingatkan bahwa jika gangguan rantai pasok terus berlanjut, tekanan terhadap harga BBM di dalam negeri tidak akan terhindarkan, dilansir pada 2 Maret 2026.

Sebagai langkah preventif, pemerintah tidak lagi hanya bergantung pada pasokan dari Timur Tengah. Melalui Pertamina, Indonesia telah mengamankan nota kesepahaman (MOU) dengan perusahaan energi raksasa asal Amerika Serikat seperti Chevron dan Exxon.

Strategi diversifikasi pemasok ini diharapkan mampu menjaga stabilitas stok dalam negeri saat jalur distribusi di wilayah konflik mengalami gangguan total.

Exit mobile version