Menteri UMKM Maman Abdurrahman: Kredit UMKM Capai Rp2.000 Triliun, Persoalan Hilir Jadi Pemicu Kredit Macet

/Dok. Partai Golkar

FAKTANASIONAL.NET – Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkapkan adanya pergeseran perspektif dalam melihat tantangan pembiayaan usaha di tanah air.

Meski alokasi kredit untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalami peningkatan signifikan, masalah di sisi hilir atau pasar masih menjadi penghambat utama keberlanjutan usaha.

Dalam acara Indonesia Ramadhan Expo di Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026), Maman memaparkan bahwa dari total kredit perbankan tahun 2025 yang mencapai Rp8.000 triliun, sektor UMKM telah menyerap hampir Rp2.000 triliun.

“Saya mulai dulu saya berpikir, mungkin akses pembiayaan kita yang kurang penting. Tapi setelah satu tahun saya jadi Menteri UMKM, ternyata akses pembiayaan dilihat dari sisi nominal sudah luar biasa,” ujar Maman.

Pasar Lesu, Kredit Terganggu

Baca Juga: Wapres Gibran Dukung Pemanfaatan AI untuk Akselerasi UMKM Indonesia

Maman menilai peningkatan alokasi kredit tersebut belum otomatis memperkuat sektor UMKM secara merata. Persoalan krusial muncul ketika pelaku usaha gagal memasarkan produk mereka, yang kemudian berdampak langsung pada kemampuan membayar cicilan.

Menurutnya, tingginya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di sektor UMKM adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya sektor perbankan.

Exit mobile version