Krisis Energi Global: Kuwait Pangkas Produksi Minyak Akibat Konflik Teluk

Harga minyak mentah Brent dilaporkan anjlok kembali ke level sebelum konflik di kisaran 72 dolar AS per barel akibat melimpahnya pasokan dan penurunan permintaan dari China./(Ilustrasi/@pixabay)

FAKTANASIONAL.NET – Kuwait secara resmi mengurangi output minyak dan aktivitas kilangnya setelah jalur pelayaran di Teluk Persia dianggap tidak aman bagi kapal tanker.

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya ancaman keamanan dari Iran yang melumpuhkan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital bagi 20% konsumsi minyak dunia.

Tersumbatnya Selat Hormuz menyebabkan penumpukan stok minyak di negara-negara produsen karena ketiadaan kapal pengangkut, dilansir pada 9 Maret 2026.

Irak bahkan telah memangkas produksi hingga 1,5 juta barel per hari karena kapasitas penyimpanan yang penuh.

Exit mobile version