FAKTANASIONAL.NET – DPR RI mendesak Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemlu), untuk mengerahkan upaya maksimal dalam mencari tiga Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang hilang di perairan Selat Hormuz.
Ketiga WNI tersebut dilaporkan hilang setelah kapal tugboat Musaffah 2 yang mereka awaki terbakar dan tenggelam di jalur maritim paling rawan di dunia tersebut.
Insiden yang menimpa kapal berbendera Uni Emirat Arab (UEA) ini terjadi di tengah situasi keamanan yang sangat labil akibat eskalasi militer antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Anggota Komisi I DPR RI, Iman Sukri, menegaskan bahwa dalam kondisi konflik seperti sekarang, negara harus hadir memberikan perlindungan tanpa kompromi bagi warga negaranya yang berada di zona bahaya.
Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz: Krisis 2026 Bisa Lebih Parah dari 2008 dan 2022
“Pemerintah perlu memastikan seluruh upaya penyelamatan dilakukan secara optimal,” tegas Iman Sukri dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/3/2026).
Koordinasi Lintas Negara di Jalur Konflik
Mengingat Selat Hormuz merupakan wilayah perairan internasional dengan pengawasan militer yang ketat dari berbagai negara, Iman meminta Kemlu memperkuat koordinasi diplomatik melalui perwakilan di Abu Dhabi (UEA) dan Muscat (Oman).
Legislator dari Fraksi PKB ini menekankan bahwa komunikasi dengan otoritas maritim setempat menjadi kunci keberhasilan pencarian di jalur pelayaran yang sangat sibuk tersebut.
