“Kegiatan yang mendorong kreativitas, olahraga, seni, dan kolaborasi perlu terus diperkuat agar sekolah menjadi ruang yang menarik bagi anak untuk belajar dan berinteraksi,” tambahnya.
Literasi Digital Tetap Utama
Meski akses dibatasi, Kurniasih menegaskan bahwa anak-anak tidak boleh buta teknologi.
Sekolah justru memegang tanggung jawab untuk membekali siswa dengan etika bermedia sebelum mereka cukup umur untuk terjun ke dunia maya secara mandiri.
“Pembatasan usia bukan berarti anak dijauhkan sepenuhnya dari pemahaman tentang dunia digital. Justru sekolah perlu memperkuat literasi digital agar anak siap menggunakan teknologi secara bertanggung jawab di masa depan,” tegas Kurniasih.
Sinergi dengan Orang Tua
Menutup pernyataannya, Kurniasih menekankan bahwa kunci keberhasilan kebijakan ini terletak pada keselarasan antara institusi pendidikan dan pola asuh di rumah.
“Orang tua dan sekolah harus berjalan bersama. Dengan pemahaman yang baik, kebijakan pembatasan media sosial ini dapat benar-benar melindungi anak sekaligus memperkuat proses pendidikan mereka,” pungkasnya.
