Ancaman Terhadap Reformasi Sektor Keamanan
TAUD menilai serangan terhadap Andrie Yunus berkaitan erat dengan aktivitas korban yang vokal menyuarakan kritik terhadap reformasi TNI dan sektor keamanan.
Fadhil menyebut fakta ini menguatkan dugaan adanya penyalahgunaan kekuasaan yang mengancam supremasi sipil.
“Negara wajib memastikan proses hukum yang transparan, akuntabel, dan menjangkau seluruh rantai komando tanpa pengecualian. Segera lanjutkan penyidikan dengan memanggil dan melakukan pemeriksaan kepada Kepala BAIS, Panglima TNI, dan Menteri Pertahanan guna memastikan siapa saja yang turut serta dan mengungkap aktor intelektual,” pungkas Fadhil.
Puspom TNI Amankan Empat Prajurit
Di sisi lain, Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan empat personel TNI yang diduga kuat terlibat dalam penganiayaan tersebut.
“Tadi pagi saya telah menerima dari Danden Mabes TNI, empat orang yang diduga tersangka melakukan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus,” ungkap Yusri dalam konferensi pers di Mabes TNI Cilangkap.
Penangkapan ini menjadi babak baru dalam pengungkapan kasus teror yang menimpa aktivis HAM tersebut, sekaligus ujian bagi komitmen TNI dalam melakukan pembersihan internal dan tunduk pada koridor hukum yang berlaku.
