Menurutnya, masyarakat di luar Pulau Jawa sangat merasakan manfaat program ini di tengah ketimpangan ekonomi yang masih terjadi saat ini.
”Rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan ekonomi kita. Bagi mereka yang susah hidupnya, program ini sangat berarti. Ini adalah investasi terbaik di tengah pro dan kontra pandangan, “Imbuhnya.
Program MBG mendapatkan Dukungan Internasional dan Evaluasi Lapangan.
Berdasarkan kajian dari Rockefeller Institute dan World Food Programme (WFP) PBB, program serupa telah dijalankan di lebih dari 100 negara. Hasil studi menunjukkan bahwa setiap satu dolar yang diinvestasikan dalam program makan bergizi dapat memberikan imbal hasil (return) antara 7 hingga 35 kali lipat dalam jangka panjang nantinya.
Meski demikian, Presiden tidak menutupi adanya kendala teknis dalam pelaksanaan di lapangan. Pemerintah sejauh ini telah mengambil langkah tegas dengan menutup lebih dari 1.000 titik layanan yang tidak memenuhi standar kualitas dan bermasalah.
”Bahwa selalu saja ada kekurangan dalam pelaksanaannya, dan itu akan evaluasi’ bila ada pelanggaranan pelaksanaan MBG kita tindak tegas agar semua pelaksanaan MBG sesuai SOP dan tepat sasaran. Pelanggaran-pelanggaran akan terus kita kejar dengan menggandeng APH dan melibatkan pihak ketiga juga demi memastikan program ini benar-benar sampai dan bermanfaat bagi anak-anak Bangsa Indonesia. “Pungkasnya.(Van).







