Hadapi Ketidakpastian Global, Presiden Prabowo Targetkan Produksi B50 Tahun Ini

/Dok. BPMI Setpres

“Kami akan memproduksi tahun ini minyak diesel dari kelapa sawit, meningkat dari 40 persen menjadi 50 persen atau B50,” tegas Presiden di hadapan para investor Jepang.

Selain kelapa sawit, pemerintah juga tengah menyiapkan peta jalan pengembangan bahan bakar berbasis etanol.

Bahan baku biofuel ini akan diserap dari komoditas pertanian domestik untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM).

“Dan bensin, kami akan memproduksi dari etanol, baik dari singkong, gula, maupun jagung,” tambah beliau.

Optimalisasi Panas Bumi

Selain biofuel, Presiden Prabowo juga menyoroti potensi energi panas bumi (geothermal) Indonesia yang merupakan salah satu cadangan terbesar di dunia.

Langkah ini diambil sebagai strategi diversifikasi energi guna menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri dari guncangan harga minyak mentah dunia.

Kunjungan ke Tokyo ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis Jepang dalam pengembangan teknologi energi bersih, di tengah isu kenaikan harga BBM di tanah air yang sedang menjadi perhatian publik.

Exit mobile version