FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Indonesia melalui Duta Besar untuk PBB, Umar Hadi, menyampaikan tuntutan keras dalam Sidang Dewan Keamanan (DK) PBB di Markas Besar PBB, New York, Selasa (31/3/2026) malam.
Indonesia mendesak adanya investigasi transparan atas serangan militer yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.
Sidang darurat ini dige
lar atas permintaan khusus Indonesia dan Prancis, dipimpin oleh Presiden DK PBB yang juga Duta Besar AS, Mike Waltz.
Identitas Prajurit yang Gugur dan Terluka
Dalam pernyataan emosionalnya, Dubes Umar Hadi menyebutkan satu per satu identitas prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas mulia tersebut. Ketiga pahlawan penjaga perdamaian itu adalah:
-
Mayor Zulmi Aditya Iskandar (33)
-
Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan (25)
-
Kopral Farizal Rhomadhon (27)
Kopral Farizal dilaporkan gugur saat bertugas di Battalion Indonesia di Adchit Al Qusayr.
Baca Juga: Menlu Sugiono Hadiri Pertemuan DK PBB, Suarakan Rekonstruksi Gaza dan Perdamaian Palestina
Sementara itu, Mayor Zulmi dan Sertu Muhammad tewas dalam serangan terhadap konvoi logistik di wilayah Bani Hayyan pada Minggu malam (29/3) dan Senin siang (30/3).
Selain korban jiwa, lima prajurit lainnya dilaporkan menderita luka-luka, yakni Kapten Sulthan Wirdean Maulana, Kopral Rico Pramudia, Kopral Arif Kurniawan, Kopral Bayu Prakoso, dan Prajurit Deni Rianto.
Tuntutan Tegas Indonesia
Dubes Umar Hadi menegaskan bahwa Indonesia tidak akan menerima dalih apa pun dari pihak penyerang dan menuntut pertanggungjawaban hukum secara internasional.
