Analis Chemical Market Analytics, Joel Morales, menegaskan pada Rabu, 1 April 2026, bahwa importir yang bergantung pada Timur Tengah kehilangan pemasok utama dan terpaksa mencari alternatif yang jauh lebih mahal. Kondisi ini diperparah dengan naiknya harga nafta sebagai bahan dasar produksi.
Plastik adalah tulang punggung industri kemasan, mulai dari botol minuman hingga peralatan rumah tangga. Ketika biaya produksi naik, produsen tidak memiliki pilihan selain menggeser beban tersebut ke harga jual produk.
Jika gangguan distribusi ini terus berlanjut, tekanan inflasi global dipastikan akan meningkat, mengingat betapa krusialnya peran plastik dalam rantai pasok kehidupan sehari-hari masyarakat modern.[dit]
