Trump frustasi karena semua capaian yang dia umumkan dan koar koar di media dan di depan wartawan bahwa AS menang perang sama sekali tidak sesuai fakta. Nyatanya pukulan Iran semakin keras dan Israel terus mengalami serangan balistik tanpa henti.
Hanya dua jam setelah Netanyahu pidato kemarin yang mengatakan bahwa Israel sekarang lebih kuat dan Iran telah melemah, balistik Iran sudah menurun. Iran kembali menghujani Tel Aviv dan kota kota lain di Israel dengan puluhan balistik dan Hipersonik. Mengakibatkan jatuhnya korban di Israel 160 orang dalam sehari. Memukul muka Netanyahu yang baru selesai pidato dan klaim kosong.
Trump ingin keluar karena kondisi di lapangan serius menyakitkan bagi AS dan semua sekutunya. AS dan negara arab dibuat tidak berdaya di timur tengah dihadapan Iran. Bisa dibayangkan, semua aset AS dan negara teluk Bebas diserang balistik Iran tanpa banyak perlawanan karena kebanyakan pertahanan AS disana sudah jebol di pekan pertama perang.
Sedangkan kemampuan Iran bertahan sangat teruji, di tengah gempuran hebat AS dan Israel, Iran terus mampu memukul Israel tanpa henti dengan Balistik dan Hipersonik yang terus meningkat.
AS bukan hanya frustasi di timur tengah, AS juga frustasi dengan NATO yang sampai saat ini juga tidak mau membantu AS membuka Selat Hormuz. AS bahkan mengancam akan meninggalkan NATO karena mereka tidak mau membantu AS dalam perang Iran.
AS dan Israel terbukti tidak mampu membuka Selat Hormuz sampai sekarang yang merupakan kemenangan telak bagi Iran. Dan kemungkinan Selat Hormuz ini akan terus tertutup sampai akhir perang. AS dan Israel tidak akan mampu menerobos pertahanan Iran di selat Hormuz.
Semua kondisi ini saya ini menjelaskan posisi AS dan Israel yang dilema, tujuan yang tidak tercapai, kalah secara substansial, tidak mampu menang cepat apalagi menang strategis, dan mungkin nanti terpaksa meninggalkan Medan perang dengan kondisi Selat Hormuz yang tetap tertutup.
Note..**
Your Contribution Is Highly Appreciated! Terima Kasih❤❤❤
Tengku Zulkifli Usman✓
