FAKTANASIONAL.NET – Eskalasi ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan pernyataan tegas terkait kendali atas Selat Hormuz.
Jalur pelayaran paling strategis di dunia tersebut dipastikan tidak akan lagi memberikan akses bebas, khususnya bagi Amerika Serikat dan Israel.
Melalui pernyataan resmi di platform X yang dikutip pada Senin (6/4), IRGC menegaskan bahwa peta keamanan di kawasan tersebut telah berubah secara permanen.
“Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke keadaan semula, terutama bagi AS dan Israel,” tulis IRGC sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency.
Persiapan Sistem Keamanan Baru
Pernyataan tersebut bukan sekadar gertakan diplomatik.
IRGC mengungkapkan bahwa militer Iran saat ini telah memasuki fase final dalam penggelaran infrastruktur operasional untuk mendukung sistem keamanan baru yang lebih ketat di selat tersebut.
Langkah militer ini berjalan beriringan dengan kebijakan legal yang disusun Parlemen Iran.
Dalam rancangan undang-undang terbaru, Iran berencana memberlakukan aturan radikal, termasuk kewajiban membayar biaya transit menggunakan mata uang Rial bagi kapal komersial, serta larangan total bagi kapal berbendera AS dan Israel untuk melintasi jalur tersebut.
